Showing posts with label Kisah Imam Hassan al-Mujtaba as. Show all posts
Showing posts with label Kisah Imam Hassan al-Mujtaba as. Show all posts

Thursday, October 12, 2017

Imam Hasan as dan Ilmu Pengetahuan




Imam Hasan as, seperti semua imam lainnya diberi pengetahuan Ilahi langsung dari Allah swt dan beliau telah menunjukkannya sejak kecil.

Pada suatu hati Imam Hasan as ditanya "Apa 10 hal kuat yang lebih kuat dari satu sama lain?" Imam Hasan (a.s.) menjawab:

Di antara hal-hal yang kuat adalah Batu;
Yang lebih kuat lagi adalah Besi yang digunakan untuk memecahkan Batu;
Yang lebih kuat lagi adalah Api yang melelehkan Besi;
Yang lebih kuat lagi adalah Air yang memadamkan api;
Yang lebih kuat lagi adalah Awan yang membawa Air bersama mereka;
Yang lebih kuat lagi adalah angin yang membuat  Awan melayang;
Yang lebih kuat lagi adalah Malaikat yang menggerakkan angin;
Yang lebih kuat lagi adalah Malaikat yang akan mencabut nyawa Malaikat yang menggerakkan angin;
Yang lebih kuat lagi adalah  yang Kematian yang akan mematikan  Malaikat Maut; dan
Yang lebih kuat lagi adalah perintah Allah (swt) yang memerintahkan Kematian.


Pada suati hari, penguasa Roma bertanya kepada Imam Hasan as, "Mahluk apa yang lahir tanpa ibu dan ayah atau laki-laki dan perempuan?" dan Imam Hasan (a.s.) menjawab:

Ada 7mahluk:

1.Nabi  Hazrat Adam as,
2.Sayyidah  Hawwa as,
3.Anak domba yang dikirim menggantikan Nabi Ismaeel as,
4.Unta Nabi Saleh as,
5.Ular Nabi Musa as,
6. Iblis dan 7.gagak yang mengajarkan cara mengubur kepada Qabeel bin Hazrat Adam (as).

Pertama Kali Seorang Anak Diberi Nama Hasan



Imam Hasan (a.s.) lahir pada tanggal 15 Ramadhan tahun ke-3 Hijrah. Namanya diberikan oleh Allah (swt) melalui wahyu kepada Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad diberitahu bahwa bahwa karena kedudukan  Imam Ali as disisi Nabi Muhammad (saw) adalah seperti kedudukan Nabi Harun as kepada Nabi Musa as, maka nama anak Imam Ali as harus sama seperti nama anak Nabi Harun as yaitu Shabbar yang dalam bahasa Arab artinya Hasan. Ini adalah pertama kalinya seorang anak bernama Hasan.

Monday, March 30, 2015

Bunga untuk Imam Hasan al-Mujtaba

Suatu hari, seorang budak wanita mempersembahkan setangkai bunga yang indah dan harum untuk tuannya, Imam Hasan al-Mujtaba  (as). Imam menerima bunga itu dengan senang hati, bahkan sangat senang sehingga beliau pada saat itu juga membebaskan si budak wanita. Anas bin Malik yang kala itu berada di sana menjadi heran,

    “Junjunganku, engkau membebaskannya hanya karena hal yang sepele itu? Seseungguhnya aku tidak melihat hubungan antara bunga itu dan kebebasannya.”

Imam menjawab,

“Allah berfirman dalam al-Qur’an, Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). (4:86). Ia telah mengungkapkan penghormatannya dan hal itu harus dibalas dengan cara yang jauh lebih baik, maka aku membebaskannya. (Ahsanul-Muqaal).

Wednesday, October 22, 2014

Kebaikan Hati Imam Hasan al-Mujtaba as.

Budak hitam itu duduk di pinggir kebun kurma yang tengah ia garap. Tuannya memerintahkannya bekerja untuk mengurus kebun kurma itu dengan baik. Ingin sejenak ia beristirahat melepas penat sambil makan siang. Dibukanya bekal yang ia bawa, sebuah roti.

Saat itu, seekor anjing mendatanginya. Memandangi budak itu seolah melaporkan diri bahwa ia juga lapar.

Terbersit rasa kasihan di hati budak belia itu. Dipandangya roti yang ia bawa, kemudian bergantian ia pandang anjing yang sorot matanya memelas itu. Sedari tadi ia lapar selepas bekerja keras. Yang ia miliki hanyalah sepotong roti kering, sementara itu, di hadapannya ada seekor anjing yang tampaknya lapar seperti dirinya.

Budak itu kemudian memotong roti yang dibawanya dan memberikan kepada si anjing, sememtara ia juga memotong dengan bagian yang sama dan memakan sendiri roti tersebut. Demikian seterusnya potongan demi potongan bergantian ia berikan kepada anjing tersebut kemudian dirinya sendiri.

Perbuatan budak ini diperhatikan oleh seseorang yang saat itu sedang lewat. Orang tersebut bertanya,

“Apa yang membuatmu melakukan hal itu?”

Budak itu tak mengetahui siapa sosok tegap, berdada bidang dengan kulit putih kemerahan dihadapannya. Sosok  tampan yang memiliki mata hitam, janggut tebal bergelombang dan kulit halus itu tersenyum sambil menatapnya.

“Aku malu jika harus makan sendiri dan tidak berbagi padanya,” jawab budak remaja itu polos.

Imam Hasan al Mujtaba, sosok tampan tersebut, tersenyum mendengar jawaban pemuda kulit hitam itu. Beliau gembira melihat kebaikan hatinya. Imam memutuskan untuk membalas kebaikan sang budak hitam  dengan kebaikan pula. Beliau beranjak dari tempat tersebut sambil berpesan,

“Jangan kemana-mana sampai aku kembali” pesan Imam.

Ternyata Imam pergi menemui Tuan pemilik budak. Beliau membeli budak tersebut dari pemiliknya. Budak hitam itu kini menjadi milik Imam Hasan.

Beliaupun kembali menemui sang budak yang masih menunggu di pinggir kebun kurma. Sambil  tersenyum beliau menyampaikan bahwa budak hitam itu telah dibelinya dan saat itu juga ia dimerdekakan. Bukan main gembira hati sang budak. Ia tak pernah menyangka kebaikannya pada seekor anjing mendapat balasan sebesar itu.

Dan kegembiraan budak tersebut bertambah lagi saat Imam menyampaikan bahwa beliau juga telah membeli kebun kurma tempat budak itu bekerja dan menghadiahkan pula kebun itu untuk sang budak.

Dari seorang budak, pemuda itu kini telah menjadi seorang yang merdeka dan pemilik sebuah kebun kurma berkat kebaikan hati Imam Hasan al-Mujtaba.