Showing posts with label kisah Imam Mahdi. Show all posts
Showing posts with label kisah Imam Mahdi. Show all posts

Saturday, July 28, 2018

Imam Mahdi afts...Kelahiran dan Keghaiban

Imam Mahdi afts...Kelahiran dan Keghaiban



Imam Mahdi (as) lahir pada tanggal lima belas (15) Sha'ban pada tahun dua ratus lima puluh lima (255) setelah Hijrah. Kelahirannya dirahasiakan karena penguasa saat itu berusaha keras untuk membunuhnya jika beliau sampai ditemukan dalam keadaan hidup.

Masa kelahirannya saat itu, sangat mirip dengan Nabi Musa (as) yang juga saat ibunya mengandung, penguasa saat itu, Fir’aun, berusaha membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir, karena Firaun sangat percaya ramalan bahwa seorang anak akan dilahirkan untuk mengalahkannya dan aturan jahatnya.

Demikian pula, Kekhalifahan Abbasiyah saat itu sangat menyadari bahwa Imam Hasan Al-Askari, Imam yang ke-11, akan mempunyai seorang anak, yang akan menjadi Imam terakhir, yang akan mengalahkan semua kebatilan dan memenuhi dunia ini dengan kebenaran.

Nabi Muhammad saww bersabda mengenai kelahiran Imam Mahdi (as) "Dunia tidak akan berakhir sampai seorang pria dari keturunan Husain menguasai urusan dunia dan mengisinya dengan kebenaran dan keadilan setelah sebelumnya diisi dengan ketidakadilan dan tirani."

Keghaiban Sughra

Pada usia lima tahun, setelah kesyahidan tragis ayahandanya, Imam ke-11, Imam Hasan al-Askari,  Imam Mahdi mengalami keghaiban kecil atau keghaiban sughra. Selama periode ini, Imam Mahdi (as) melakukan kontak dengan para pengikutnya melalui wakil yang ditunjuk.

Keghaiban Kubro

Keghaiban sughra  berlangsung selama sekitar enam puluh sembilan tahun. Beberapa hari sebelum meninggalnya wakil keempat dan terakhirnya, Imam Mahdi (as) memberi tahu para pengikutnya, melalui wakilnya, bahwa tidak akan ada lagi wakil setelah kematian wakilnya yang sekarang,  dan setelah periode ini Imam Mahdi (as) akan pergi menjalani Keghaiban Besar (Kubro), yang akan berlanjut sampai hari Allah (SWT) memberikan izin kepada Imam Mahdi (as) untuk muncul lembal.

Selama periode ini, tidak ada yang bisa mendekati Imam Mahdi (as) melalui para wakil atau melalui kontak langsung. Berkaitan dengan lamanya dan pentingnya periode ini, Nabi Muhammad (saw) pernah ditanya tentang sifat kemunculan kembali Imam Mahdi. Dalam jawabannya, Nabi Suci menyamakan waktu kemunculan kembali Imam Mahdi dengan Hari Kiamat dan kemudian diriwayatkan ayat Alquran;

“Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Hal itu amat berat bagi yang di langit dan di bumi. Hal itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba".  (Al Qur'an, 7: 187).

Imam Mahdi selama Keghaiban

Kemudian muncul pertanyaan sehubungan dengan periode khusus ini,"Lalu apa manfaat dari seorang Imam bagi para pengikutnya selama keghaiban?"

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus menyadari bahwa posisi dan peran seorang Imam tidak hanya untuk mengatur urusan dan kebutuhan umat Islam, melainkan ia adalah yang menghubungkan antara manusia dan Tuhan, hubungan antara materi dan dunia spiritual. Selain itu, ada atau tidak ada kehadiran fisiknya tidak berhunungan dengan posisi beliau dalam hal peran ini.Hal ini disampaikan oleh Imam Mahdi (as) sendiri;

'Kedudukanku (bagi masyarakat ) selama keghaiban adalah mirip dengan matahari ketika ia menghilang dari pandangan dan berada dibalik awan.'

Rasulullah Saw bersabda mengenai Imam Mahdi afts, ‘Memang benar, sumpah demi Allah Swt yang telah mengutusku sebagai nabi! Umat manusia mendapat keuntungan darinya dan dari cahaya wilayahnya pada masa gaib sebagaimana mereka mendapat keuntungan dari matahari kala berada di balik awan.”

MAHDAWIYAH..Pertanyaan ke-3....Apakah Imam Mahdi juga Disebutkan di Dalam Al-Qur’an?

Pertanyaan ke-3....Apakah Imam Mahdi juga disebutkan di dalam Al-Qur’an?



Ada jawaban tegas untuk pertanyaan ini juga. Banyak ayat-ayat Al-Qurʻan yang membuktikan keberadaan dan juga menyebutkan tentang pemerintahan Hazrat al-Hujjat (a.t.f.s.). Ulama terkemuka telah mencantumkan ayat-ayat tersebut dalam buku-buku mereka. Di antara mereka, Allama al-Majlisi (r.a.) layak mendapat perhatian khusus karena telah membawa banyak ayat-ayat tersebut dalam bukunya “Behar al-Anwar”, beberapa di antaranya disebutkan di bawah ini:

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

________________________________________
Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.  (QS. Al-Anbiya ', 21: 105)


 هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
________________________________________
33. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.


وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
________________________________________
55. Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (Surah an-Nur, 24:55)


وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ
________________________________________
5. Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), (Surat al-Qashas ayat 5)


Dengan menjelaskan ayat ini di dalam bukunya “al-Ghaibah”, Syaikh Tusi (ra) bersaksi bahwa hal itu engungkapkan tentang keghoiban, kemunculan kembali dan para pendukung Imam (atfs).

Dalam buku yang sama “al-Ghaibah”, Syaikh Tusi (ra) melaporkan sebuah riwayat dari Ameerul Momineen ‘Ali (a.s.), menguraikan ayat ini sebagai berikut:

“Ketika bumi menjadi terbatas dan ladang pembantaian untuk keturunan Nabi (s.a.w.a.), maka Allah akan mengirim Mahdi, untuk merendahkan musuhnya dan memuliakan walinya.”

    عْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
________________________________________
17. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya. "(QS. al-Hadid, 58: 17)

Menjelaskan ayat ini Sheikh Tusi (ra) meriwayatkan dalam bukunya “al-Ghaibah” dari Ibnu Abbas sebagai berikut: “Pemberian kehidupan ke bumi setelah kematian dalam ayat ini mengacu pada Qa'im (ATFs) dari keturunan Muhammad (sawa). Setelah kemunculan kembali, dia akan memurnikan bumi dari semua kejahatan dan menghidupkannya melalui keadilan dan kesetaraan. ”

MAHDAWIYAH..Pertanyaan 2....Apakah Konsep Mahdawiyah Disebutkan dalam Kitab-kitab Agama Lain?

Pertanyaan 2....Apakah Konsep Mahdawiyah Disebutkan dalam Kitab-kitab Agama Lain?



Jawaban:

Sejumlah kitab suci agama lain menunjukkan secara meyakinkan membuktikan bahwa Mahdawiyah atau keyakinan pada Mahdi yang Dijanjikan, tidak hanya terbatas bagi kaum Muslim. Bahkan agama-agama lain memiliki keyakinan seperti itu:diantaranya,

Dalam kitab Injil, di Perjanjian Lama, tertulis bahwa:

"Hendaklah pinggangmu tetap berikat  dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari pesta perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Karena itu bersiaplah juga, karena putra sang Manusia akan datang dalam waktu satu jam yang kamu tidak mengharapkannya. ”(Lukas 12: 35-36) )

Dalam Perjanjian Lama, disebutkan bahwa; “Sebuah tunas akan muncul dari tunggul Isai; dari akarnya sebuah cabang akan berbuah. Roh Tuhan akan bergantung padanya. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang  saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah  dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran.Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya  seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.Maka pada waktu itu tunas dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa, dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. (Yesaya 11:1-10)

Dalam kitab Zabur atau Mazmur, disebutkan bahwa: “Orang-orang jahat akan dilenyapkan, tetapi mereka yang berharap kepada Tuhan akan mewarisi negeri. Setelah beberapa waktu, dan orang jahat tidak akan ada lagi; meskipun kalian mencari mereka, mereka tidak akan ditemukan. Tetapi orang yang lemah lembut akan mewarisi negeri dan menikmati kedamaian yang besar. ”(Mazmur 37: 9-12)


Sunday, July 15, 2018

MAHDAWIYAH......................Pertanyaan 01



Pertanyaan Pertama (1)

Apakah yang disebut Mahdawiyah, apa  tujuan dari keyakinan dalam "Mahdawiyyah" dan kapan sejak kapan keyakinan itu ada?

Balasan:

"Mahdawiyyah" adalah keyakinan tentang penyelamat dunia. Semua agama langit, seperti Yudaisme, Zoroastrianisme, Kristen dan Islam menyebutkan dengan jelas tentang hal itu. Mereka berpendapat bahwa di akhir zaman nanti akan datang seseorang yang akan membebaskan masyarakat dari semua kezaliman dan penindasan. Melaluinya, kaum tertindas akan mendapatkan kembali hak mereka dan bisa hidup dengan bebas.

Keyakinan ini tidak terbatas hanya pada Islam saja, tetapi merupakan keyakinan yang dipegang teguh oleh semua agama. Pertolongan untuk yang lemah, penghentian penindasan dan dihidupkannya mereka yang telah meninggal adalah semua hal yang berkaitan dengan kepercayaan pada Mahdi yang dijanjikan. Studi menunjukkan kepercayaan akan  "Mahdawiyyah" sudah ada sejak sangat lama.

Hal ini (Mahdawiyah) telah mengalami distorsi di semua kitab suci kecuali Al-Qur'an. Tetapi kebenaran tidak pernah bisa dibasmi sepenuhnya. Beberapa kalimat masih ada dalam kitab suci- kitab suci kuno ini yang membantu kita dalam menelusuri keyakinan tentang Mahdi yang Dijanjikan di dalamnya. Keyakinan ini terkait dengan wahyu langit  dan Al-Qur'an Suci bersaksi tentang hal itu. Asalnya adalah wahyu Ilahi dan di luar jangkauan manusia mana pun.

Banyak riwayat membuktikan tentang akan datangnya Al Mahdi, sebagaimana dibuktikan oleh hadis dari Nabi (s.a.w.a.) ini:

“Bahkan jika hanya satu hari tersisa untuk akhir dunia, Allah yang Maha Kuasa akan memperpanjangnya sampai seorang pria muncul dari keluargaku. Namanya seperti namaku dan julukannya sebagaimana julukanku. Ia akan mengisi bumi dengan keadilan dan kesetaraan setelah dipenuhi dengan penindasan dan kezaliman.”

Sumber: https://www.al-islam.org/14-questions-about-imam-az-zaman-volume-1/question-1

Kepercayaan pada Mahdi bukan hanya doktrin esensial yang mengakar kuat dalam iman Islam. Hal  itu lebih merupakan perwujudan dari sifat manusia terlepas dari afiliasi agama seseorang. Karena itu adalah keinginan universal manusia secara keseluruhan untuk mencoba mencapai atau setidaknya menyaksikan realisasi tujuan akhir dari keberadaan mereka, di mana mereka akan mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan sosial secara keseluruhan. Oleh karena itu, dengan alasan kebutuhan dan inspirasi batin, manusia akan melihat suatu hari ketika masyarakat akan dipenuhi dengan keadilan.

Lebih penting lagi, dari perspektif agama, konsep Mahdi adalah puncak perjuangan manusia di jalan mereka menuju Allah Yang Maha Kuasa. Ini adalah ketika Keadilan yang benar akan didirikan melalui tangan manusia tetapi dengan bantuan Ilahi mengakibatkan prevalensi kebenaran atas kebatilan dan semua cabangnya.

Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Al-Qur'an, surat Al-Isra ayat 81)


Monday, November 6, 2017

Seperti Apa Imam Mahdi saat Muncul?



Pernahkah kita berpikir, jika usia Imam Mahdi begitu panjang, lalu bagaimanakah penampilan beliau nantinya saat muncul?


Imam al-Mahdi lahir pada tahun 255 H, dan saat ini berarti beliau sudah berusia sekitar 1183 tahun. Lalu, dengan usia setua itu, apakah beliau kemudian memiliki tubuh dan penampilan seperti kakek-kakek renta? Atau, apakah sebaliknya?? Bagaimanakah cara kita mengetahuinya??  


Jika kita ingin tahu bagaimana penampilan Imam Mahdi afts nanti saat beliau muncul, maka kita bisa mengetahuinya melalui apa yang dikatakan para Imam mengenai bagaimana penampilan Imam Mahdi saat nantinya muncul.

Lalu apa saja kata para Imam suci mengenai penampilan Imam Mahdi afts yang saat ini sedang kita tunggu? 

1 - Imam al-Bāqir mengatakan

هُوَ شَابٌ بَعْدَ كِبَرِ السِّنِ 

"Meski usianya sudah sangat tua, dia masih terlihat muda."

2 - Imam al-Sādiq berkata,

لَوْ خَرَجَ الْقَائِمُ لَقَدْ أَنْكَرَهُ النَّاسُ يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ شَابّا

"Ketika Al-Qaim muncul, beberapa orang menolaknya karena dia akan mendatangi mereka sebagai pemuda."

3 - Dalam narasi lain dari seorang Imam suci, beliau berkata, 

فِي صَاحِبِ الزَّمَانِ ع شَبَهاً مِنْ يُونُسَ رُجُوعُهُ مِنْ غَيْبَتِهِ بِشَرْخِ الشَّبَابِ 

"Sesungguhnya Pemilik Zaman ini (Imam al-Mahdi) memiliki kesamaan dengan nabi Yunus. Dia akan tampak seperti seorang pria pada masa terbaik di masa mudanya."

4 - Imam Ali ar-Ridha juga mengatakan,

إِنَّ الْقَائِمَ هُوَ الَّذِي إِذَا خَرَجَ كَانَ فِي سِنِ الشُّيُوخِ وَ مَنْظَرِ الشُّبَّانِ قَوِيّاً فِي بَدَنِه

"Sesungguhnya, Al-Qaim akan berpenampilan seperti seorang pemuda, ia memiliki usia yang panjang seperti orang tua, tapi terlihat seperti pemuda dan kuat secara fisik."

5 - Imam al-Sādiq menyatakan,

إِنَّ وَلِيَّ اللَّهِ... يَظْهَرُ فِي صُورَةِ فَتًى مُوَفَّقٍ ابْنِ ثَلَاثِينَ

"Sesungguhnya Wali Allah, (Imam al-Mahdi afts) akan muncul, sama seperti seorang pemuda berusia tiga puluh tahun."

6 - Imam al-Hassan al-Mujtaba mengatakan,

يُطِيلُ اللَّهُ عُمُرَهُ فِي غَيْبَتِهِ ثُمَّ يُظْهِرُهُ بِقُدْرَتِهِ فِي صُورَةِ شَابٍ دُونَ أَرْبَعِينَ سَنَةً ذَلكَِ لِيُعْلَمَ أَنَّ اللَّهَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Allah akan memperpanjang hidupnya pada masa keghaibannya, maka Allah akan membuatnya muncul dengan kekuatanNya, seperti seorang pemuda yang berusia di bawah empat puluh tahun. Hal ini agar orang-orang menyadari bahwa Allah mampu melakukan segalanya. "

Jadi, sesuai dengan perkataan para Imam, Imam Mahdi afts meski memiliki usia yang panjang, bahkan seribu tahun lebih, namun beliau akan memiliki penampilan seperti seorang pemuda yang kuat dan gagah.

catatan kaki:

1 Kamāl al-Dīn Wa Tamām al-Ni’mah, vol. 1, p. 327, hadith 7.
2 Al-Ghaybah by Sheikh al-Tūsī, p. 420.
3 Ibid, p. 421.
4 Kamāl al-Dīn Wa Tamām al-Ni’mah, vol. 2, p. 376, hadith 7.
5 Al-Ghaybah by Sheikh al-Tūsī, p. 420.
6 Kifāyah al-Athar, p. 226.


Saturday, November 4, 2017

Imam Mahdi Berasal dari Ahlul Bait Nabi




أبوسَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ 

«سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ص يَقُولُ الْمَهْدِيُّ مِنِّا أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ عَدْلًا وَ قِسْطاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْراً وَ ظُلْماً»




Abu Sa'īd al-Khudrī mengatakan,

"Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, 'al-Mahdi berasal dari kami (Ahlul Bayt as). Ia memiliki dahi yang lebar dan hidung mancung. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan ketidakadilan dan tirani. "

Sharh al-Akhbbār, oleh bin Hayyūn, vol. 3, hal. 379.

Wednesday, October 25, 2017

Berdoa Memohon Disegerakannya Kemunculan Imam Mahdi Afts



Doa kita yang memohon disegerakannya kemunculan Imam Mahdi afts mempunyai pengaruh yang besar dan membuat kemunculan Imam akan terjadi dengan lebih cepat. Imam juga meminta kita untuk banyak berdoa memohon kpada Allah agar mempercepat kemunculan beliau. Hal ini beliau sampaikan dalam pesan beliau kepada wakilnya, Muhammad bin Usman al-Amri,


«أَكْثِرُوا الدُّعَاءَ بِتَعْجِيلِ الْفَرَجِ فَإِنَّ ذَلِكَ فَرَجُكُم‏» 


“Perbanyaklah berdoa untuk disegerakannya kemunculanku, karena hal itu membantumu keluar (dari masalahmu) 

-Kita harus banyak berdoa untuk kedatangan Imam, karena dengan berdoa kita menunjukkan bahwa  kita sangat membutuhkan beliau dan benar-benar menunggunya. Kita juga menunjukkan bahwa kita serius mempersiapkan diri akan kehadirannya dan tidak mengabaikan Imam Zaman kita.

-Tahukah kalian bahwa rahasia kemunculan Imam diletakkan dalam doa-doa yang kita panjatkan siang dan malam. Jika kita tidak mengadahkan tangan, memohon kepada Allah agar Imam Mahdi afts disegerakan kemunculannya, Imam tidak akan datang. 

-Kita juga harus tahu bahwa setelah setiap sholat wajib, doa-doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah Swt. Maka betapa baiknya jika kita mempersembahkan doa itu kepada Imam kita dengan meminta agar Allah mengizinkan kemunculannya lebih cepat.

Tuesday, October 24, 2017

Jalan ke Rumah Imam




Hari itu hari Jumat. Aku bersama dengan ibu dan bibiku pergi ke musholla untuk ikut bergabung dalam majelis do’a al-Nudbah pagi-pagi sekali. Di musholla, kami mempunyai majelis doa yang setiap hari Jum’at  melafalkan doa al-Nudbah.

Pada hari Jumat ini, aku senang sekali bisa ikut ibu untuk turut serta membaca Doa. Kebetulan sekolahku libur. Setelah pembacaan doa selesai, ibu beramah tamah dengan anggota majelis lainnya, lalu kami beranjak pulang.

Tadi malam hujan turun cukup lebat. Jalanan dan gang-gang menjadi benar-benar basah kuyup dan ada banyak genangan yang penuh air kotor. Jalanan jadi berlumpur. Kami mencoba melangkah perlahan dan berhati-hati agar pakaian kami tidak kotor.

Dalam perjalanan pulang aku bertanya pada ibu,

"Bisakah kita melihat Imam kita suatu hari nanti?" tanyaku.

"Tentu saja. Ada banyak cara untuk membawa kita kepada Imam," jawab Ibu sambil menatapku.

"Tapi tentu saja jika kita tidak membuat pakaian kita kotor dengan berjalan di gang yang kotor seperti ini.."  sahut bibiku sambil tersenyum menunjuk pakaian kami yang kotor terkena lumpur. 

Ibuku tertawa mendengar jawaban bibi. Aku menengok ke arah ibu dan menatap heran,

"Apakah jalan dimana Imam Mahdi tinggal basah dan berlumpur?" tanyaku.

"Tidak sayang,” kata ibu memberi jawaban sambil tersenyum mencium keningku,“ jalan ke rumah Imam sangat sehat dan bersih."

"Karenanya kita tidak boleh membuatnya kotor dan najis," lanjutnya.

"Apakah kita bisa membuatnya menjadi kotor?" tanyaku.

"Ya, dengan tindakan buruk kita," jawab ibu.

Kami bertiga masih berjalan menyusuri jalanan basah sambil sesekali melompat menghindari genangan air. Tapi aku masih penasaran dengan jawaban ibu.

“Bagaimana bisa, ibu?” tanyaku masih menunggu jawabannya.

 Ibu kemudian mengajakku sedikit menepi supaya kami tidak mengganggu orang yang berlalu lalang.

"Semua tindakan buruk kita seperti saat kita berbohong atau mengatakan sesuatu yang buruk adalah seperti menggali genangan air kotor di jalan menuju rumah Imam," kata Ibu melanjutkan.

"Kalau ada banyak genangan air kotor saat kita pergi ke rumah Imam, kita akan benar-benar basah dan kotor dan akan membuat rumahnya kotor juga." Bibi meneruskan jawaban ibu sambil sedikit mencubit pipiku dari belakang.

“Auch! Bibi!” jeritku kecil sambil mengusap pipi. 
 Tapi aku memikirkan apa yang dikatakan bibi. Bibi benar, aku tidak suka kalau jalanan ke rumah Imam jadi kotor gara-gara aku.

"Zainab tahu kan, tidak ada yang menyukai tamu kotor yang penuh dengan kotoran dan najis," Ibu berkata sambil tersenyum menatapku, membuatku jadi ikut tersenyum juga.

Kami sudah hampir sampai, bibi dan ibu masih mengobrol, tapi aku masih memikirkan percakapan kami. Aku menyadari bahwa jika aku ingin mendekati Imam, maka aku harus tetap bersih. Karenanya, aku tidak boleh melakukan perbuatan buruk. Karena setiap kali melakukan perbuatan buruk, maka itu seperti menambahkan kotoran di hatiku. Itu seperti menggali genangan air kotor di jalan menuju rumah Imam. Jika aku melewatinya, maka aku akan menjadi kotor juga.

Kemudian aku berkata pada diriku sendiri,

Wahai Imam al-Mahdi!

Bantulah aku untuk selalu menjadi anak yang bersih dan rapi. Aku tahu bahwa Engkau tidak ingin aku menjadi kotor. Bantu aku untuk tidak berbohong, tidak melakukan perbuatan buruk, dan tidak merusak jalan menuju rumahmu. Aku ingin benar-benar bersih ketika aku datang ke rumahmu atau ketika aku mengingatmu di dalam hatiku.



Thursday, October 19, 2017

Siapakah Imam Mahdi??



Imam Mahdi lahir pada tanggal lima belas Sya'bān pada tahun dua ratus lima puluh lima setelah hijrah (255 H).

Beliau lahir di kota Samarra, Irak, pada saat fajar di hari Jum’at. 

Beliau adalah Imam ke-12 dan Imam terakhir kita. Nama Imam sama dengan nama Nabi kita. Beliau  diutus oleh Allah untuk membuat semua orang di dunia mengikuti Islam. 

Beliau akan membersihkan seluruh dunia dari segala sesuatu yang tidak diridhoi Allah. Mahdi berarti "yang  diberi petunjuk". Beliau memiliki umur yang sangat panjang dan akan muncul saat Allah memutuskan.

Imam tidak terlihat tapi dia bersama kita, melihat kita, membantu kita, dan memperhatikan semua yang kita lakukan. Kita harus bersiap untuk menyambut kemunculannya.. Tapi, apakah kita seperti apa yang beliau harapkan?

Apakah beliau senang dengan perbuatan-perbuatan kita?


ISILAH TITIK DIBAWAH INI

1- Imam Mahdi lahir pada tanggal............ ..

2 - Umat Islam harus bersiap untuk.................. Imam Mahdi

3 - Kita harus berusaha membuat Imam Mahdi menjadi ............... dengan kita.

4 - Imam Mahdi akan ............ jika Allah memutuskan.

5 -Allah............... Imam Mahdi umur panjang.

6 - Mahdi berarti bahwa beliau adalah .............. oleh Allah.

7 - Imam Mahdi............. perbuatan yang kita lakukan



Wednesday, March 27, 2013

Kelahiran Yang Dinanti



Langit dan seluruh alam seolah menahan nafasnya sore itu, anginpun bertiup perlahan menggoyang
pucuk-pucuk dedaunan pohon kurma di kota Samarra, Irak. Semesta seakan terdiam menanti kelahiran seorang pemimpin agung. Seorang Imam Mulia yang akan menegakkan keadilan dan memenuhi bumi dengan ketentraman setelah sebelumnya bumi ini dipenuhi dengan kezaliman.

Sore itu 14 Sya’ban 255 H, Imam Hasan Al-Askari mengundang bibinya Sayyidah Hakima untuk berbuka puasa di rumah beliau. Sayyidah Hakima, putri Imam Muhammad Al-Jawad adalah wanita suci dan mulia yang sangat dihormati di masanya.

Sayyidah Hakima memenuhi undangan dari Imam Hasan Al-Askari. Sesampai di rumah Imam, Beliau menyambutnya dan berkata,

“Bibi,tinggallah bersama kami untuk berbuka bersama malam ini, segera Allah SWT akan menggembirakan anda dengan kehadiran Wali-Nya,Hujjah-Nya atas ummat manusia dan Pemimpin mereka setelahku”

Sayyidah Hakima menjadi begitu bahagia mendengar kabar gembira yang disampaikan Imam.

“Wahai junjunganku dan pemimpinku, semoga jiwaku jadi tebusan bagimu. Dari siapakah ia akan lahir?” tanya Sayyidah Hakima
“ Dari istriku Nargis.” Jawab Imam.

Bergegas Sayyidah Hakima menemui  Nargis dengan berseri-seri,  Namun beliau  terkejut saat  melihat Sayyidah Nargis tidak kelihatan seperti wanita yang sedang mengandung.

Sayyidah Hakima menjadi resah dan berkata dalam hati, Nargis tidak kelihatan sedang mengandung. Dengan tersenyum Imam berkata kepada bibinya,
“Wahai bibi, janganlah bersedih, sesungguhnya Nargis adalah seperti Ibunda Musa as. sedangkan putraku ini adalah seperti Musa a.s. yang akan terlahir  secara rahasia dan tanpa pertanda. Pergilah kepadanya, ia akan melahirkan nanti di waktu Fajar.”

Di masa itu, Imam Hasan Al-Askari selalu berada di bawah pengawasan ketat  pemerintahan kerajaan Bani Abbas. Hal ini dikarenakan Khalifah telah mendengar akan terlahir seorang putra dari  beliau, seorang putra yang akan menjadi sang juru selamat dan akan menumbangkan semua kezaliman. Kerajaan Bani Abbas ketakutan kekuasaannya akan runtuh di tangan Imam Mahdi sebagaimana ketakutannya Raja Fir’aun akan  kerajaannya yang akan runtuh di tangan Nabi Musa as.

 Mereka berusaha membunuh Imam Hasan Al-Askari dengan berbagai cara namun selalu gagal. Mereka juga memenjarakan Imam dari satu tempat ke tempat lain,hingga menjadikan Imam sebagai tahanan rumah. Seperti Fir,aun juga, mereka menyiapkan pasukan tentara dan mata-mata untuk  selalu mengawasi kediaman Imam Hasan Al-Askari as., agar jika terdengar telah lahir seorang bayi laki-laki dapat segera mereka bunuh. Mereka lupa, sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Musa dengan menjadikan kehamilan ibunda Nabi Musa as tersembunyi, maka Allahpun dapat pula menyelamatkan Imam Mahdi  dengan menjadikan kehamilan Sayyidah Nargis tak terlihat.

Sore itu Sayyidah Hakima tinggal bersama Sayyidah Nargis hingga tiba waktu Maghrib, beliau kemudian  melaksanakan sholat dan selanjutnya duduk bersama  untuk berbuka puasa. Sayyidah Hakima senantiasa memperhatikan keadaan Nargis hingga beliau tertidur, sebentar kemudian beliau  terbangun di tengah malam. Lagi-lagi Sayyidah Hakima memperhatikan Sayyidah Nargis yang  masih  tidur, tak tampak tanda-tanda sebagaimana perempuan yang akan melahirkan.

Sayyidah Hakima lalu beranjak untuk melaksanakan sholat malam. Dengan khusuk beliau menghadap Allah SWT. Di akhir sholat,saat beliau melaksanakan witr, Sayyidah Nargis terbangun dan kemudian melaksanakan sholat di sampingnya.

Seusai sholat, Sayyidah Hakima melihat istri Imam Hasan Al-Askari itu kesakitan seperti akan melahirkan, bergegas beliau menghampirinya,
“ Apakah kau merasakan sesuatu? “ tanya Sayyidah Hakima
“Oh Bibi, aku merasakan sakit...” ucap Sayyidah Nargis agak merintih

Sayyidah Hakima berniat menolong Sayyidah Nargis dalam persalinannya. Dengan penuh kesabaran dan kelembutan beliau  berkata,

“ Tenanglah, bila Allah menghendaki, tak ada yang perlu engkau khawatirkan.”

Tiba-tiba seberkas cahaya sangat terang memancar diantara beliau danSayyidah Nargis hingga Sayyidah Hakima tak bisa lagi melihat Sayyidah Nargis . Dengan cemas Sayyidah Hakimah menemui Imam Hasan Al-Askari as dan melaporkan apa yang terjadi. Namun dengan tersenyum Imam meminta beliau kembali dengan berkata,

“ Kembalilah Bibi,tak lama lagi engkau akan melihatnya.”

Sayyidah Hakima kembali menemui  Sayyidah Nargis dan saat beliau sampai,tampaklah seorang bayi telah lahir. Bayi tersebut dalam keadaan bersujud, mengangkat jarinya menunjuk langit, melafazkan kalimat syahadat dan memuji Keagungan Allah SWT . Bayi mulia itu juga melafazkan  ayat ke-5  dari surat al-Qasas yang berbunyi,

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi  itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi),”

Di tangan kanan bayi tersebut juga  tertulis ayat ke 81 dari surat Bani Israil yang berbunyi,

" Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Imam Hasan Al-Askari menyambut gembira kelahiran Imam Mahdi as, beliau  mengungkapkan sanggahannya terhadap usaha-usaha pemerintahan Bani Abbas yang terus menerus berusaha membunuh beliau untuk mencegah lahirnya Imam Mahdi. Beliau berkata,

“Orang-orang kejam ini berpikir dapat membunuhku agar  terputus keturunanku, betapa mereka telah meremehkan Kekuasaan Allah.”

(lulu)